Tampilkan postingan dengan label Ekonomi - Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi - Bisnis. Tampilkan semua postingan

Memulai Investasi Reksadana dengan Modal 100 Ribu Rupiah


Siapa Bilang Memulai Investasi harus Jutaan bahkan Puluhan Juta, ber modalkan ratusan ribu pun bisa untuk memulai, Bahkan banyak kisah Sukses Mahasiswa mahasiswa yang memulai Ber investasi pada Reksadana & berhasil Memanennya, Nah Walaupun anda para mahasiswa hanya memiliki uang ratusan ribu rupiah, anda dapat tetap ber - investasi untuk masa depan. 

Ada beberapa instrumen keuangan yang dapat anda coba:

  • Tabungan bank. Produk tabungan merupakan produk bank yang paling umum. Dengan menyisihkan 10% dari Uang jajan anda dan dimasukkan kedalam tabungan anda sudah berada dijalan yang benar. 
  • Ada baiknya jika membuat dua rekening tabungan, dimana yang satu dapat digunakan untuk menabung dan satu digunakan untuk transaksi. Rekening untuk menabung sebaiknya jangan meminta dibuatkan kartu ATM agar kita tidak tergoda untuk mengambil dana yang seharusnya untuk investasi. 
  • Jeleknya investasi dengan tabungan bank adalah Keuntungannya yang rendah dan jika uang kita terlalu rendah, maka tiap bulannya kita bisa rugi karena bunga yang diberikan lebih kecil dari pada biaya bulanan bank. Berikut adalah beberapa bank besar di Indonesia: Bank Mandiri, BCA, BRI, BII, BNI, Niaga, Mega, Permata, Danamon, Panin, Bukopin.

  • Reksadana adalah kumpulan dana kolektif yang dikelola oleh manajer investasi. Dengan menabung di reksadana kita mempercayakan dana kita kepada manajer investasi. Berikut adalah jenis reksadana dimulai dari resiko yang terkecil dan Return yang terkecil. 

  • Reksadana pasar uang
  • Reksadana pendapatan tetap
  • Reksadana campuran
  • Reksadana saham

 

  • Reksadana pasar uang memiliki return terkecil dengan resiko yang terkecil di bandingkan dengan reksadana lainnya. 
  • Reksadana saham memiliki resiko terbesar dan return terbesar dibandingkan dengan reksadana lainnya. Ada kalanya return reksadana saham akan lebih rendah dari pada reksadana pasar uang. Ketika pasar saham jatuh dan return yang diberikan negatif, maka returnnya akan lebih rendah daripada reksadana terproteksi.

  • Dengan menabung di reksadana umumnya akan dikenakan fee ketika membeli (subscribe) atau menjual (Redeem). Besarannya tergantung dari masing-masing manajer investasi.

 


Berikut adalah reksadana terbaik dalam ajang Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2011 Versi Majalah Investor:
A. Reksadana Saham

  • Panin Dana Maksima/ Panin Sekuritas Tbk - Periode 1 Tahun - Aset > Rp 1 Triliun
  • Panin Dana Prima/ Panin Sekuritas Tbk - Periode 1 Tahun - Aset > Rp 100 Miliar - Rp 1 Triliun
  • BIG Bhakti Ekuitas/ MNC Asset Management - Periode 1 Tahun - Aset < Rp 100 Miliar
  • Panin Dana Maksima/ Panin Sekuritas Tbk - Periode 3 Tahun - Aset > Rp 1 Triliun
  • Panin Dana Prima /Panin Sekuritas Tbk - Periode 3 Tahun - Aset > Rp 100 Miliar - Rp 1 Triliun
  • Reksa Dana Grow-2-Prosper /Corfina Capital - Periode 3 Tahun - Aset < Rp 100 Miliar
  • Panin Dana Maksima /Panin Sekuritas Tbk - Periode 5 Tahun - Aset > Rp 1 Triliun
  • Batavia Dana Saham /Batavia Prosperindo Aset Manajemen - Periode 5 Tahun - Aset < Rp 1 Triliun
  • Panin Dana Maksima /Panin Sekuritas Tbk - Periode 7 Tahun - Aset > Rp 1 Triliun
  • Batavia Dana Saham /Batavia Prosperindo Aset Manajemen - Periode 7 Tahun - Aset < Rp 1 Triliun

B. Reksadana Campuran

  • Reksa Dana Panin Dana Bersama / Panin Sekuritas Tbk - Periode 1 Tahun
  • Schroder Dana Terpadu II /Schroder Investment Management Indonesia - Periode 3 Tahun
  • Semesta Dana Maxima /Semesta Indovest - Periode 5 Tahun
  • Danamas Fleksi /Sinarmas Sekuritas - Periode 1 Tahun
  • Danamas Fleksi /Sinarmas Sekuritas - Periode 3 Tahun
  • Danamas Fleksi /Sinarmas Sekuritas - Periode 5 Tahun

C. Reksadana Pendapatan Tetap

  • Reksadana GMT Dana Pasti 2 /GMT Aset Manajemen - Periode 1 Tahun - Aset > Rp 100 Miliar
  • Simas Danamas Instrumen Negara /Sinarmas Sekuritas - Periode 1 Tahun - Aset < Rp 100 Miliar
  • Simas Danamas Mantap Plus /Sinarmas Sekuritas - Periode 3 Tahun - Aset > Rp 100 Miliar
  • Simas Danamas Instrumen Negara /Sinarmas Sekuritas - Periode 3 Tahun - Aset < Rp 100 Miliar
  • Danamas Stabil /Sinarmas Sekuritas - Periode 5 Tahun - Aset > Rp 100 Miliar
  • Prospera Obligasi Plus /Prospera Asset Management - Periode 5 Tahun - Aset < Rp 100 Miliar

D. Reksadana Pasar Uang

  • BIG Dana Lancar /MNC Asset Management - Periode 1 Tahun
  • BIG Dana Lancar /MNC Asset Management - Periode 3 Tahun

Panin Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas masing-masing tujuh Award.

Untuk menghubungi Panin sekuritas:

  • Website : http://paninsekuritas.co.id
  • Gedung Bursa Efek Indonesia Tower II, Suite 1705, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 - Indonesia
  • Tel: (62-21) 515 3055
  • Fax: (62-21) 515 3061
  • E-mail: info@pans.co.id
Untuk menghubungi Sinar mas sekuritas:

  • Website http://www.sinarmassekuritas.co.id
  • Alamat: Plaza BII, 3rd Tower, 5th Floor, Jl. MH. Thamrin no.51
  • Phone 021-3925550
  • Fax. 021-3927177, 3925539
  • Contact Person Karina
  • Email karina@sinarmassekuritas.co.id

Tips memilih Reksadana:

  • Pilihlah reksadana sesuai dengan resiko yang dapat anda ambil. Jika ingin resiko besar dan return besar dapat memilih reksadana saham atau campuran. Jika ingin yang lebih aman dapat memilih reksadana pendapatan tetap.
  • Rutinlah membeli reksadana dengan menyisihkan sedikitnya 10% dari penghasilan.
  • Pilihlah reksadana yang dapat memberikan hasil yang konsisten untuk jangka waktu yang panjang. Misalnya reksadana A return tahun ini 40%, return tahun lalu 10%. Sedangkan reksadana B return tahun ini 27% dan return tahun lalu 23%. Lebih baik memilih reksadana B karena lebih konsisten returnnya. Sebaiknya ada membandingkan return 3 sampai 5 tahun terakhir. 
  • Untuk mengecek hal tersebut anda dapat mengunjungi infovesta.com

Daftar ReksaDana Terbaik Tahun 2012 Versi Majalah Investor


Reksadana Terbaik 2012 - Versi Majalah Investor

JAKARTA - Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Pemeringkatan ini merupakan yang kesebelas, di mana terdapat 25 penghargaan yang diberikan kepada 17 reksa dana.

"Pemberian penghargaan ini merupakan apresiasi terhadap reksadana yang mampu bertahan dan memiliki kinerja terbaik sekaligus mendorong pengelola reksa dana agar terus meningkatkan kinerja," kata Director of Berita Satu Media Holdings Primus Dorimulu, dalam paparannya di Investor Awards Presentation and Panel Discussion, di Graha Niaga, Jakarta, Rabu .



Pemeringkatan reksa dana dihitung berdasarkan tiga komponen penilaian, yaitu Risk Adjusted Return, pertumbuhan unit penyertaan serta alokasi portofolio. Periode pemeringkatan menggunakan empat kategori jangka waktu untuk masing-masing jenis reksa dana.

Periode pemeringkatan dibagi menjadi 1,3,5 dan tujuh tahun. Namun, dalam hal ini dilakukan pengecualian untuk reksa dana, reksa dana pasar uang, dan reksa dana campuran.

Pemeringkatan yang dibuat PT Infovesta Utama, lembaga riset reksa dana bekerja sama dengan Majalah Investor dalam melakukan pemeringkatan reksa dana menghasilkan 11 penghargaan untuk reksa dana saham. Kemudian, empat reksa dana campuran, lima reksa dana pendapatan tetap rupiah, tiga reksa dana pendapatan dolar, dan dua reksa dana pasar uang.

Berikut daftar lengkap reksa dana terbaik 2012 :

A. Jenis Saham :

1. Reksa dana saham periode satu tahun aset di atas Rp1 triliun Reksa Dana Panin Maksima dari PT Panin Asset Management.

2. Reksa dana saham periode 1 tahun aset di atas Rp100 miliar-Rp1 triliun Reksa Dana Trim Kapital Plus dari PT Trimegah Asset Management.

3. Reksa dana saham periode satu tahun aset di atas Rp25 miliar-Rp100 miliar Reksa Dana Milenium Equity dari PT Millenium Danatama Indonesia.

4. Reksa dana saham periode tiga tahun aset di atas Rp1 triliun Reksa Dana Panin Dana Maksima dari PT Panin Asset Management.


5. Reksa dana saham periode tiga tahun aset di atas Rp100 miliar-Rp1 triliun Reksa Dana Trim Kapital Plus PT Trimegah Asset Management.

6. Reksa dana saham periode tiga tahun aset di atas Rp25 miliar-Rp100 miliar Reksa Dan grow dua Prosper dari PT Corfina Capital.

7. Reksa dana saham periode lima tahun aset di atas Rp1 triliun Reksa Dana Panin Maksima dari PT Panin Asset Management.

8. Reksa dana saham periode lima tahun aset di atas Rp100 miliar-Rp1 triliun Reksa Dana Batavia Dana Saham dari PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

9. Reksa dana saham periode lima tahun aset di atas Rp25 miliar-Rp100 miliar Reksa Dana First State Dividen Yield F. Reksa dana saham periode tujuh tahun dari PT First State Investments Indonesia.

10. Reksa dana saham periode tujuh tahun aset di atas Rp1 triliun Reksa Dana Panin Dana Maksima dari PT Panin Asset Management.

11. Reksa dana saham periode tujuh tahun aset di bawah Rp1 triliun Reksa Dana Batavia Dana Saham dari PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen.

B. Jenis Campuran :

1. Reksa dana campuran A periode satu tahun Reksa Dana Danamas Fleksi dari PT Sinarmas Sekuritas.

2. Reksa dana campuran A periode tiga tahun Reksa Dana Danamas Fleksi dari PT Sinarmas Sekuritas.

3. Reksa dana campuran B periode satu tahun Reksa Dana Panin Dana Unggulan dari PT Panin Asset Management.

4. Reksa dana campuran B periode tiga tahun Reksa Dana Panin Dana Unggulan dari PT Panin Asset Management.



C. Jenis Pendapatan Tetap.

1. Reksa dana pendapatan tetap periode satu tahun aset di atas Rp1 triliun Reksa Dana Danamas Stabil dari PT Sinarmas Sekuritas.

2. Reksa dana pendapatan tetap periode satu tahun aset di atas Rp100 miliar-Rp1 triliun Reksa Dana Simas Danamas Mantap Plus dari PT Sinarmas Sekuritas.

3. Reksa dana pendapatan tetap periode satu tahun aset di atas Rp25 miliar-Rp100 miliar Reksa Dana ORI dari PT Mega Capital Investama.

4. Reksa dana pendapatan tetap periode tiga tahun aset di atas Rp100 miliar Reksa Dana GMT Dana Pasti dari PT GMT Aset Manajemen.

5. Reksa dana pendapatan tetap periode tiga tahun aset di atas Rp25 miliar-Rp100 miliar Reksa Dana Simas Danamas Instrumen Negara dari PT Sinarmas Sekuritas.

D. Jenis Pendapatan Tetap US Dollar.

1. Reksa dana pendapatan tetap periode satu tahun aset di atas USD10 ribu Reksa Dana BNP Paribas Prima USD dari PT BNP Paribas Investments Partners.

2. Reksa dana pendapatan tetap periode satu tahun aset di bawah USD10 ribu Reksa Dana Danamas Dollar dari PT Sinarmas Sekuritas.

3. Reksa dana pendapatan tetap periode tiga tahun Reksa Dana Danamas Dollar dari PT Sinarmas Sekuritas.

E. Jenis Pasar Uang.

1. Reksa Dana pasar uang periode satu tahun Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang dari PT Mandiri Manajemen Investasi.

2. Reksa dana pasar uang periode tiga tahun Reksa Dana MNC Dana Lancar dari PT MNC Asset Management.

Warrent Buffet - Investor Saham Sejati - Orang Terkaya di Dunia Memulai Inveatsi Sejak Umur 11 Tahun

Biografi Warren Buffett


Warren Buffett adalah seorang investor dan pengusaha Amerika Serikat. Nama Lengkapnya adalahWarren Edward Buffett dan Ia memiliki julukan Oracle of Omaha dan lebih dikenal dengan namaWarren Buffett. 

Buffett telah mengumpulkan kekayaan yang sangat besar dari kecerdikannya berinvestasi melalui perusahaannya Berkshire Hathaway, di mana dia memegang 38% saham. Dengan perkiraan pendapatan bersih AS$44 milyar pada 2005, dia menduduki urutan kedua sebagai orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates. Buffet lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, 30 Agustus 1930.

  

Majalah Forbes menobatkan investor kawakan Wall Street, Warren Buffett, menjadi orang terkaya di jagat ini, menggantikan posisi Bill Gates yang sudah 13 tahun terakhir mendominasi daftar orang terkaya. Gates kini ada di posisi ketiga dengan kekayaan 58 miliar dollar AS. Posisi kedua ditempati jutawan telekomunikasi dari Meksiko, Carlos Slim HelĂș, yang memiliki 60 miliar dollar AS.

Kekayaan Buffett tahun 2007 naik dari 52 miliar dollar AS menjadi 62 miliar dollar AS, setara dengan Rp 570 triliun. Kekayaan Buffett, yang sering disebut ”Oracle from Omaha” ini, dihitung berdasarkan nilai sahamnya di perusahaan Berkshire Hathaway dan aset lain yang dia miliki.

Saham kelas A Berkshire naik 25 persen selama periode Juli 2006-Februari 2008. Harga saham itu sempat mencapai 150.000 dollar per lembar. Buffett membeli saham Berkshire 46 tahun lalu seharga 8 dollar per lembar, pada saat perusahaan itu merupakan perusahaan tekstil.

Kekayaannya tak datang dalam satu-dua tahun. Sejak muda Buffett memutar otak untuk mencari uang dan mengembangkan aset. Kemampuan finansialnya terasah sejak muda, pada saat anak seusianya senang bermain sepak bola. sekita Umur 11 Tahun.

Langkahnya dalam berinvestasi selalu menjadi perhatian investor perorangan. Tahun lalu muncul rumor dalam milis investor perorangan bursa Jakarta, sang investor fundamental Warren Buffett ”berbelanja” saham di Bursa Efek Indonesia. Segera para anggota milis ramai menebak saham apa yang kira-kira diborong investor kawakan ini. Tak hanya itu, di toko-toko buku tidak sedikit buku panduan investasi yang mengupas cara-cara sukses berinvestasi ala Buffett.

Dia bukan investor ”ji-go-bur”, investor yang mendapat kentungan ala jigo-gocap, beli saham pada harga Rp 25 lalu kabur saat harga Rp 50. Ia tak mengambil untung dari aksi beli saham pagi hari, lalu menjualnya pada sore hari.

 

Investasinya didasarkan pada nilai intrinsik perusahaan, bukan pada kenaikan harga saham yang didongkrak alias ”digoreng”. Dia memegang saham dalam jangka panjang dan tak melakukan perdagangan saham dalam tempo singkat.

Ada satu hal yang dilakukan Buffett dan banyak orang tak tahu. Saat membeli saham perusahaan, hal yang dia lihat adalah apakah cerobong asap perusahaan masih mengepul. Ini adalah salah satu indikator baginya, perusahaan itu benar-benar eksis dan operasional.
Kesabaran Warren Buffett

Anak kedua dari tiga bersaudara ini pada usia enam tahun membeli enam Coca-Cola dari toko kakeknya seharga 24 sen. Dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman itu dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.

Pada usia 11 tahun, Buffett membeli tiga unit saham Cities Service Preferred seharga 38 dollar per saham untuk dia dan kakaknya, Doris. Tak lama setelah dia membeli saham itu, harganya melorot menjadi 27 dollar per saham. Dengan sabar Buffett menunggu hingga harga saham naik menjadi 40 dollar, lalu menjualnya.

Buffett menyesal karena akhirnya saham Cities Service Preferred menjadi 200 dollar per saham. Peristiwa ini membawa pesan penting bagi dia dalam berinvestasi: bersabarlah!

Tak lama setelah membeli saham Berkshire tahun 1962, dia lalu menjadi pemegang saham pengendali pada 1965. Dia lalu membeli perusahaan asuransi dan dengan cerdik menginvestasikan cadangan kas perusahaan itu.

Kemudian, Berkshire menginvestasikan uangnya pada perusahaan asuransi seperti GEICO dan General Re, perhiasan Borsheim, perusahaan makanan Diary Queen, dan perusahaan permen See’s Candies. Perusahaan itu juga menjadi pemegang saham bukan pengendali pada Anheuser-Busch, Coca-Cola, dan Wells Fargo.

Strategi investasinya sederhana. Dia tak dipusingkan oleh rumor yang setiap hari berseliweran di kalangan para investor saham. Buffett fokus pada perusahaan dengan saham berharga murah, tetapi punya kesempatan berkembang.

Buffett hanya mau berinvestasi pada saham-saham perusahaan yang bisnisnya dia kenal dengan baik. Ia memiliki saham Coca-Cola dan tak pernah menjualnya. Pada saat bisnis internet meledak, semua orang di pasar saham seakan terlanda eforia dan beramai-ramai membeli saham-saham dotcom. Ia tak tergoda. Saham perusahaan berbasis internet seperti Global Crossing dan Etoys.com pernah seharga 80 dollar per unit, tetapi kini saham-saham tersebut tak berharga. Dia tidak pernah membeli saham perusahaan dotcom. Tentu penilaian Buffett tidak pas untuk saham Google.

Lepas dari itu, saat membeli saham, Buffett tak pusing dengan tabel, rumus, grafis, dan analisis teknikal. Dia lebih menganalisis secara fundamental perusahaan yang hendak dibeli. Buku favoritnya adalah The Intelligent Investor karya Ben Graham, gurunya. Graham menulis, berinvestasi adalah mengenai kemampuan untuk memahami gambaran besar, bukan terpaku pada detail-detail teknis.

Akan tetapi, strategi Buffett berlandaskan kesabaran dan ketelatenan itu hanya bisa diterapkan di negara dengan bursa yang memiliki sistem kuat. Artinya, dalam bursa itu pengawas harus kuat dan emiten (perusahaan penerbit saham) mesti jujur. Masalahnya, ada juga bursa di dunia yang berisi perusahaan tak kredibel dan pengawas bursa yang bisa disuap.

Warrent Buffet yang Sederhana dan Murah hati

Buffett tetap sederhana dan tinggal di kawasan Dundee, Omaha, yang dia beli tahun 1958. Ia bersahabat baik dengan pasangan Bill dan Melinda Gates.

Buffett memberikan 10 juta saham Berkshire untuk Yayasan Bill & Melinda Gates senilai 30,7 miliar dollar. Jumlah itu merupakan sumbangan terbesar sepanjang sejarah.

Dia juga menyumbangkan saham Berkshire senilai 6,7 miliar kepada Yayasan Susan Thompson Buffett. Orang kaya ini juga merupakan penyumbang untuk calon presiden Hillary Clinton ataupun Barack Obama.

Kehidupan rumah tangganya agak membingungkan. Istrinya, Susan, yang dinikahi tahun 1952, meninggalkan dia pada 1977, pindah ke San Francisco. Tetapi, secara hukum mereka tidak pernah bercerai hingga Susan meninggal pada 2004. Hubungan keduanya tetap baik walaupun tidak tinggal satu atap.

Susan, penyanyi kabaret, pun masih sering mendampingi Buffett. Susan pula yang memperkenalkan Buffett kepada Astrid Menks, pelayan restoran di sebuah kafe di Omaha. Satu tahun setelah Susan meninggalkan Buffett, Astrid hidup bersama Buffett atas restu Susan.

Dalam banyak kesempatan, mereka bertiga tampil bersama. Dua tahun setelah Susan meninggal, barulah Buffett secara resmi meminang Astrid sebagai istrinya.

Kisah Sukses Investor Saham Sejati, Mr. Lo Kheng Hong - Warrent Buffett Indonesia


Kisah Sukses Lo Kheng Hong - Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong, Menjadi Kaya Sambil Tidur

Sembari ongkang-ongkang kaki, lenggang kangkung, dan tidur pulas, Lo Kheng Hong bisa menjadi miliarder di pasar saham dan mengeduk gain hingga 150.000%. Itukah buah filosofi ‘menjadi kaya sambil tidur’?

Asetnya di pasar saham disebut-sebut bernilai triliunan rupiah. Ia mengoleksi sejumlah saham yang mampu mencetak keuntungan investasi (capital gain) hingga ratusan, ribuan, bahkan ratusan ribu persen.
Tapi, jangan bayangkan pria berusia 52 tahun ini punya karakter dan penampilan glamour, agresif, dinamis, meledak- ledak, atau beradrenalin tinggi.

Lo Kheng Hong adalah pribadi yang bersahaja, Low Profile, sabar, rendah hati, kalem, bahkan terkesan dingin. Boleh jadi, pembawaannya inilah yang menjadikan Kheng Hong sukses sebagai investor di pasar saham.

Yang pasti, Kheng Hong tak hanya lihai memilih saham-saham yang mampu menghasilkan gain besar. Ia juga mahir memosisikan diri di lantai bursa, baik saat pasar Naik  maupun Turun. Tapi Kheng Hong bukan tipe investor yang sepanjang hari memelototi pergerakan harga saham atau setiap saat mencermati perkembangan isu, rumor, dan berita di lantai bursa, dengan kewaspadaan ekstra tinggi. Ia juga tidak melengkapi diri dengan handphone canggih, laptop terkini, notebook, iPad, atau perangkat paling mutakhir sejenisnya.

Ya memang tipe Investor saham berbeda beda, ada yang Agresif ( biasanya Executive Muda ) ada yang menengah & ada yang Slowly Target Jangka Panjang ( Biasa nya sudah ber umur di atas 40 Tahun, mempersiapkan masa Pensiun nya ), 

Dulu ketika umur 17 Tahun, Beliau adalah tipe Agresif, setiap hari Memelototi Laptop Komputer, Melihat Pergerakan saham, melihat isue Berita Ekonomi & tentunya sambil Mengasah Ketajaman Memprediksi Saham saham yang akan di beli, namun seiring berjalannya waktu, semakin Bertambah nya Jam Pengalaman di Dunia Bursa Saham & Tentunya Umur yang sudah Setengah Abad, Beliau sudah mulai Santai Slowly, banyak waktu di habiskan bersama cucu cucunya.. 

Bahkan kalangan praktisi Pasar saham menjulukinya sebagai ‘Warren Buffett Indonesia’.“Investor di pasar saham kebanyakan ikut-ikutan dan tidak mengerti saham apa yang dibeli. Kebanyakan orang panik karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Semakin cepat panik seorang investor, semakin menunjukkan bahwa ia tidak tahu apa-apa,” kata Lo Kheng Hong kepada wartawan Investor Daily Nurfiyasari dan Abdul Aziz serta pewarta foto Eko S Hilman di Jakarta, baru-baru ini. 

Kematangan, kecerdasan, ketenangan, dan kesabaran telah menjadikan Lo Kheng Hong sebagai pemain saham sejati. Berkat itu pula ia berhasil Lolos dari krisis moneter 1997- 1998, bahkan kemudian menangguk
keuntungan hingga 150.000%. 

”Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. Tapi uang itu saya tukar ke saham. Akhirnya uang saya meningkat 150.000% sampai saat ini,” tuturnya.

Yang unik, aset kekayaan Lo Kheng Hong hampir seluruhnya dalam bentuk saham sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia sama sekali tidak tergoda untuk mendiversifikasi investasinya ke instrumen lain,
seperti emas, properti, Tanah, atau kendaraan Bahkan, mantan kepala cabang Bank Ekonomi ini sama sekali tak tertarik untuk mendirikan perusahaan, termasuk perusahaan sekuritas.

“Saya hanya punya 15% dana cash untuk jaga-jaga supaya kalau terjadi krisis saya masih punya uang untukmembeli saham. Saya tidak bekerja, tidak punya perusahaan, tidak punya pelanggan seorang pun, tidak punya karyawan seorang pun, dan tak punya bos. Hanya punya seorang sopir dan dua pembantu,” papar Lo Kheng Hong yang sudah 35 tahun bergelut di Dunia Saham.

Apa saja tips Lo Kheng Hong hingga ia mampu mengeduk keuntungan besar dari pasar saham? Bagaimana harus bersikap saat pasar mengalami Naik, Turun, atau crash? Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria yang mengaku berasal dari keluarga tak mampu dan kelak berniat menyumbangkan kekayaannya kepada fakir miskin tersebut.

  • Kenapa Anda tertarik berBisnis saham? Saya tertarik bermain saham karena saham dapat memberikan keuntungan yang besar dan tidak capek seperti di sektor riil.

  • Apa enaknya menjadi investor saham? Pertama, seorang Investor saham dapat menjadi orang yang terkaya di dunia, seperti Warren Buffett. Banyak orang yang tidak tahu dan tidak percaya. Mereka hanya tahu banyak orang yang Rugi, orang kaya jadi miskin karena bermain saham, bahkan ada yang bunuh diri karena saham.
  • Kedua, seorang pemain saham punya banyak waktu, bebas, dan tidak dipusingkan oleh urus-mengurus karyawan, pelanggan, dan lain-lain. Di perusahaan, status investor saham adalah sleeping partner, sehingga waktu luangnya bisa diisi dengan hal-hal yang disukai, Kecuali dia Mengelola Saham nya sendiri ( Manager Investasi ) Atau Tipe Agresif, maka dia akan lebih Cenderung Fuul Time Di Komputer Mengamati Pergerakan Saham
  • Ketiga, semua keuntungan perusahaan menjadi milik pemegang saham, padahal yang bekerja keras adalah direksi, komisaris, manajer, dan seluruh karyawan, tetapi mereka hanya menerima gaji dan bonus. Mereka tidak punya hak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan. Memiliki perusahaan yang untung besar seperti memiliki mesin pencetak uang.

  • Sejak kapan Anda Belajar Berbisnis Saham? Saya mulai terjun saham sejak 1975, saat itu umur saya 17 . Saya dilahirkan dari keluarga yang berpenghasilan rendah. Orangtua hanya pegawai kecil. Saat tamat SMA, saya belum punya biaya untuk kuliah. Kemudian saya jadi pegawai tata usaha di bank, waktu itu saya disuruh-suruh untuk fotokopi dan lainnya. Kemudian saya bisa bekerja sambil kuliah.
  • Saya pilih kampus yang murah sesuai kemampuan keuangan. Saat bekerja di bank itulah, saya mulai Belajar Tentang apa itu Saham ? bagaimana cara Memulai nya, bagaimana Tips mengatasi Resiko, bagaimana Memilih saham Jangka Panjang, Bagaimana Mengasah Ketajaman Prediksi untuk Membeli saham. Saya sempat menjadi kepala cabang. Setelah saya Paham & Mulai Mahir maka saya Putuskan Saya keluar dari bank dan fokus di saham hingga Saat Ini

  • Anda saat ini punya saham apa saja? Saya punya saham sekitar 30 emiten, antara lain di Multibreeder Adirama Indonesia Tbk (MBAI), dengan kepemilikan 8,29% lebih. Saham saya banyaknya bukan di LQ45. Kepemilikan saya di saham lain di bawah 5%. Saya tipe investor jangka panjang.
  • Saya pegang saham ini sudah enam tahun. Saya beli tahun 2005 seharga Rp 250 Per Lembar dan harganya saat ini sempat menyentuh Rp 31.500. Belum saya jual, padahal gain-nya sudah 12.600%.

  • Cara Anda memilih saham? Saya lihat manajemen. Apakah menerapkan good corporate governance (GCG) atau tidak. Saya cari dari kompetitornya, biasanya mereka tahu. Saya cari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini menyangkut harta saya. Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu.
  • Lihat manajemen, apakah pengelolanya jujur atau tidak. Jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga saya sebagai sleeping partner dirugikan.
  • Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Kemudian lihat sektor usahanya, bagus atau tidak. Ada sektor yang kurang menarik, misalnya sepatu, tekstil, dan garmen. Tetapi ada juga yang menarik, seperti kelapa sawit dan pakan ayam.
  • Orang banyak makan ayam karena ayam merupakan sumber protein termurah dan dampak negatifnya terhadap kesehatan lebih rendah dibanding yang lain. Perhatikan juga apakah emiten bersangkutan mengalami pertumbuhan atau tidak.

  • Kriteria pertumbuhan, konkretnya seperti apa? Ada empat tipe perusahaan. Pertama, perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala, misalnya dari Rp 2 triliun, Rp 5 triliun, dan seterusnya. Ini perusahaan yang baik dan yang saya cari. Lihat kinerjanya lima tahun ke belakang. Lihat masa lalunya.

  • Bagaimana jika lima tahun pertama tumbuh, tetapi lima tahun berikutnya ternyata turun? Biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu super company.
  • Setelah melihat fundamental emiten, apa lagi yang Anda perhatikan? Harga. Saya lihat dari price to earning ratio (PER)-nya. Jangan bilang saham A karena harganya Rp 250 dibilang murah, dan saham B yang harganya Rp 70.000 dibilang mahal. Maksudnya, saham yang harganya Rp 70.000 bisa lebih murah dibanding saham yang harganya Rp 250. Kita lihat kemampuan emitennya dalam membukukan keuntungan.
  • Berapa PER yang ideal saat membeli suatu saham? Saya pikir, yang reasonable untuk dibeli yaitu yang PER-nya di bawah lima kali, itu sangat menarik dan potensial. Tapi biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali.

  • Soal timing, kapan saat yang paling tepat untuk masuk pasar? Yang paling bagus membeli saham adalah saat sedang krisis seperti di Yunani, Eropa, dan AS. Ada pepatah lama yang tidak perlu dilupakan, buy on weakness. Dan, harus be greedy when others are fearful dan sebaliknya, be fearful when others greedy.

  • Bukankah itu sulit diterapkan? Saya banyak baca buku tentang Warren Buffett. Saya belajar dari orang yang sudah terbukti berhasil investasi di pasar saham. Dia sudah membuktikannya, bahkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Nggak mungkin kan kalau saya belajar dari Bernard Madoff? Ha, ha, ha,ha...
  • Ternyata orang seperti Madoff, mantan bos bursa Nasdaq tapi tidak bisa mengelola uang nasabah. Ini menunjukkan bahwa dia hanya tahu semua peraturan di bursa saham, tetapi tidak mengetahui bagaimana cara menjadi kaya di pasar saham.

  • Berarti, kuncinya ada di mental? Mental bisa bagus saat kita tahu apa yang kita beli. Kebanyakan orang panic karena mereka tidak tahu apa yang mereka beli. Ini pelajaran penting. Saya berikan ilustrasi. Waktu itu saya ke Harvard University, saya tanya biaya kuliah di sana berapa? Ternyata bisa sampai US$ 40.000, keluar dari sana semua jadi orang pintar. Dengan belajar seharga US$ 40.000, kita bisa menjadi orang pintar.
  • Tapi di pasar saham, tidak demikian Jadi, intinya pintar saja tidak cukup. Untuk menjadi investor yang kuat, kita harus mengetahui perusahaan satu per satu. Semua orang bisa seperti itu, asalkan mau baca. Bacalah laporan keuangan emiten satu per satu.

  • Jadi, Anda tipe investor fundamental ? Saya 100% fundamental karena lihat manajemennya atau pertumbuhan perusahaan. Kalau teknikal, hanya grafik, semuanya diabaikan. Saya yakin itu tidak benar. Tapi memang harus selektif. Dari 400-an saham yang ada di bursa domestik, cukup banyak yang fundamentalnya bagus. Terkadang, ada yang terjebak.

  • Bukankah investor sering terbawa arus karena faktor nonfundamental ? Saya lihat investor di pasar modal kebanyakan ikut-ikutan. Saat market mengalami booming, semua masuk. Saat market buang-buang saham, mereka ikut-ikutan. Mayoritas hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti apa yang dibeli. Jadi, belajarlah dari orang yang memang sudah berhasil dan ikuti langkahnya. 

  • Jangan percaya saat ada iklan yang bilang dapat untung besar saat indeks turun. Kalau bisa seperti itu, hebat sekali.Bahkan, orang sekelas Warren Buffett saja, saat pasar saham AS turun, dia juga mengalami kerugian.

  • Anda berinvestasi pada instrument selain saham? Tidak, hanya saham. Hampir semua uang saya ada di pasar modal. Dana tunai saya hanya 15%, sisanya portofolio saham. Kenapa saya sisakan segitu? Itu untuk antisipasi kalau pasar modal kita jatuh, sehingga saya masih bisa beli saham lagi.

  • Dari mana Anda membiayai kebutuhan hidup sehari-hari? Saya bisa hidup dari dividen yang saya terima. Misalnya harga saham suatu emiten yang saya beli bulan lalu Rp 610, sekarang harganya Rp2.375, kemudian saya jual. Awalnya saya berniat menahannya untuk jangka panjang. Tapi kalau untungnya sudah sampai 300% dalam sebulan, saya lepas. Untuk emiten yang bagus sekali, tetap saya keep untuk jangka panjang. Kalau emitennya kurang meyakinkan dan naiknya signifikan, lebih baik saya lepas.

  • Saat krisis moneter 1997-1998 dan krisis finansial 2008, Anda mengalami kerugian juga? Saya sempat mengalaminya juga. Waktu krisis 2008, saya sempat jatuh, Malah sewaktu krisis 1997-1998, saya sempat jatuh hingga uang saya tinggal 15%. tapi tetap be greedy when others are fearful, Saya tetap Tenang, walaupun semua Harga saham saya jatuh drastis, saya tetap tenangkan pikiran saya, karena saya berfikir Jangka Panjang, Nah sisa uang itu saya tukar ke saham, karena saya tahu pasar modal akan naik lagi. Dan, itu terbukti. Akhirnya uang saya meningkat 150.000%.

  • Bagaimana Anda menyikapi perkembangan harga saham saat ini, terutama yang terkait dengan krisis utang di Eropa dan krisis finansial di AS? Saat IHSG terkoreksi, wajar saja kalau nilai portofolio saya ikut turun. Tetapi ketika turun, saya sama sekali tidak ikut-ikutan menjual, bahkan saya membeli dan menambah saham saya, karena saya yakin satu hari saham-saham saya akan naik kembali, bahkan dapat lebih tinggi dari sebelumnya.

  • Apa filosofi hidup Anda? Filosofi hidup saya adalah bagaimana saya bisa menjadi kaya sambil tidur. Karena di perusahaan status saya adalah sleeping partner, saya tidur tetapi saham-saham perusahaan saya bekerja buat saya secara dahsyat. Getting rich while sleeping. Saya pakai waktu saya delapan jam untuk tidur, selebihnya saya pakai untuk bersenang-senang dan mengerjakan apa yang saya sukai.

  • Apa Nasehat anda untuk para Pemula yang mau terjun ke Dunia Saham ? Saran saya jika Anda masih muda, Belajar lah Ber Investasi, Perdalam Ilmu nya, Pahami & Asah lah Kemampuan mu karena itu untuk Masa Depan mu
  • Selagi Muda, belajar lah Ber invetasi dalam bidang apapun, jika ingin ber investasi di Saham, Pahami dulu baru membeli, Asah lah Kemampuan Ikuti Berita News Ekonomi
  • Jika anda sudah tidak punya Waktu untuk Belajar Saham, karena Faktor kesibukan Umur & Keluarga, anda bisa mempercayakan dana anda pada Manajer investasi yaitu Reksadana melalui agen Bank bank Besar seperti Panin, CIMB, MNC, Mandiri, BRI, BNP Paribas dll
  • Tetapi anda harus Cermat & Jeli dalam memilih Reksadana, Pilihlah Bank Bank yang Bonafid Kredibel & Terpercaya Lihat History 2-5 Tahun ke belakang



Aturan Kerjasama Usaha Patungan Modal



Aturan Bekerja Sama / Patungan Modal, Sobat line manufacturing Ber bisnis atau Membuka Usaha dengan sistem Patungan / Bekerjasama adalah Cara yang  Bagus & Jitu karena bisa meringankan Beban Modal, bisa  tentunya bisa menjadi ajang mem pererat Silaturohim,

Tetapi memang untuk bisa Sukses dalam Bekerjasama Patungan modal bukan lah hal yg mudah juga, yah bisa di bilang Gampang gampang susah, masalah nya Dana Kolektifan beberapa Orang dan tentu nya bisa menyatukan Visi & Misi adalah hal yang cukup sulit.

Menyatukan Visi misi Beberapa Individu, Bukan lah hal yang mudah mengingat Masing masing Individu mempunyai Kepentingan & Ke inginan masing masing, nah yang sulit kalau sudah ada kendala atau Problem dan susah saling Mengalah alias saling Ngotot ini lah yang sulit, Bahkan banyak terjadi Kawan akrab , Saudara bahkan saudara kandung bisa Ber musuhan hanya gara gara Bisnis, gara gara bisnis semua jadi pecah, persaudaraan berubah menjadi Perselisihan

Walau memang sangat banyak juga, Yang sukses dalam bekerjasama Patungan Modal, Perusahaan besar banyak Lho yang bermula dari usaha sederhana & bermodal kan patungan, Nah untuk itulah memang di perlukan beberapa Hal agar Ber bisnis menggunakan sistem Kerjasama Patungan modal Bisa Sukses




  • Sebelum memulai Ber bisnis, hendaklah di diskusikan terlebih dulu aturan aturan nya, di buat sebuah Perjanjian Tertulis, bahkan sangat di anjurkan Perjanjian Tertulis di Sah kan di Notaris, agar jika sewaktu - sewaktu terjadi Problem, bisa terselesaikan
  • Buat Perjanjian tertulis tentang Aturan sistem berapa Modal awal Proyek / Bisnis yang akan di kerjakan, berapa modal awal masing masing yang harus di setor, berapa persen Pembagian Keuntungan & Waktu batas akhir Penyetoran Patungan
  • Cantumkan berapa pembagian hasil Keuntungan Dividen per Individu berdasarkan modal yang di setorkan, dan ini Harus Jelas agar tidak terjadi konflik, jika semua menyetorkan modal awal sama rata itu tidak jadi masalah, tetapi jika penyetoran modal awal berbeda tergantung keinginan masing masing Penyetor maka pembagiannya pun tentu berbeda
  • Cantumkan pula Pembagian Kerugian / Resiko jika nanti terjadi hal hal tidak di inginkan, Ini sangat penting, jangan hanya pembagian Keuntungan saja, tapi Pembagian Kerugian bagaimana ? Misal suatu bisnis Merugi hingga bangkrut, Sisa aset pembagiannya bagaimana ? Harus Jelas
  • Cantumkan Pula Hak & Kewajiban dari Masing Masing Pemilik Modal

Demikian Sobat line manufacturing, semoga bermanfaat 

Tips & Trik Investasi Saham Murah & Menguntungkan



 

Jakarta - Tidak bisa dipungkiri, gaya hidup masyarakat moderen, seperti jalan-jalan di mall, shopping, dan belanja gadgets adalah aktivitas yang sangat menyenaangkan. Berbagai hiburan di mall, gadgets, kuliner, dan fashion sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kelas menengah ke atas.

Tidak jarang kita membeli sesuatu/merogoh kocek, bukan karena kita membutuhkannya namun untuk memenuhi keinginan kita untuk bersenang-senang. Sebenarnya, hal itu sangat wajar, setelah seminggu beraktivitas, orang cenderung untuk menghibur diri bersama keluarga. 



Namun yang menjadi permasalahan adalah, ketika kita bersenang-senang kita lupa mengalokasikan sebagian uang untuk dana cadangan dan berinvestasi.

Banyak orang yang beralasan bahwa berinvestasi itu sulit, apalagi ber investasi saham, tinggi imbal hasil namun tinggi resiko. Selain itu, banyak orang menunda berinvestasi karena kendala modal, tidak punya uang untuk diinvestasikan. 


Warren Buffett mengatakan bahwa memilih perusahaan untuk berinvestasi itu tidak perlu Rumit & berbelit-belit. Cukup pilih bidang usaha yang kita pahami dan sederhana, dan seringkali nampak di sekitar kita.

Sebagai contoh : 

  • Buffett memilih berinvestasi di perusahaan minuman Coca Cola, dan juga koran Washington Post, yang mempunyai sistem bisnis sangat sederhana. Ia membeli saham-saham dari perusahaan tersebut dan menyimpan dalam waktu berpuluh-puluh tahun.

Meskipun kita tidak ber investasi dengan Rentang waktu selama Warren E Buffett berinvestasi, namun kita tetap dapat menggunakan prinsip tersebut untuk trading semi investasi, yaitu dengan rentang waktu beberapa bulan.

Bagaimana memilih perusahaan yang bertumbuh untuk trading semi investasi, atau investasi jangka pendek ? Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Biasanya perusahaan-perusahaan tersebut tumbuh secara konsisten karena produk barang dan jasanya dibutuhkan orang banyak.

Anda juga bisa memilih perusahaan yang ada di sekitar Anda, sistem bisnis sederhana, dan dibutuhkan oleh orang banyak. Seperti saya tweet beberapa hari yang lalu :

  • Setelah banjir, kebutuhan air minum kemasan cenderung meningkat, saham ADES pun naik 25% dalam beberapa hari saja.
  • Perusahaan air minum kemasan lainnya berkode ALTO, PT Tri Bayan Tirta Tbk pun mengalami lonjakan harga saham. 

Selain itu, Anda tidak membutuhkan modal besar untuk dapat meraih untung dari saham. Sebagai contoh, jika Anda suka berbelanja perkakas di gerai ACE Hardware, pernahkah terpikir untuk memiliki gerai yang begitu ramai dikunjungi masyarakat kelas menengah ke atas setiap akhir pekan ini? 

Saham Ace Hardware berkode ACES, Saham ACES naik 97,5% sejak Januari 2012 di harga Rp 4.150 sebelum stock split atau setara Rp 415 per lembar saham untuk saat ini, dan hingga akhir tahun 28 Desember 2012, harganya mencapai Rp 820 per lembar sahamnya. 


Suka belanja gadget terbaru? Boleh-boleh saja, tapi coba saja bagaimana jika Anda berinvestasi pada saham Eraphone penyalur HP dan gadget, berkode ERAA pada tahun 2012. Pada 2 Januari 2012 saham ERAA dibuka seharga Rp 1.000 per lembar saham. 

Kemudian saham ERAA mengalami pertumbuhan sebesar 195% dalam setahun dan ditutup di level harga Rp 2.950 di akhir tahun 2012. Jika Anda membeli saham ERAA di awal tahun 2012 Anda hanya butuh Rp 500.000 untuk membeli per lot saham, dan uang Anda menjadi Rp 1.475.000.

Coba berkeliling di sekitar kota Jakarta saat ini menjamur proyek bangunan, intip apa nama kontraktornya? Nama WIKA/PT Wijaka Karya atau ADHI/PT Adhi Karya sering Anda jumpai pada proyek bangungan kota Jakarta? Mengapa tidak coba beli sahamnya? 

  • WIKA di awal tahun 2012 harganya Rp 610 per lembar saham dan ditutup di level Rp 1.480 per lembar saham pada 28 Desember 2012. 
  • Jika Anda beli 1 lot saham WIKA pada 2 Januari 2012, Anda hanya butuh uang Rp 305.000 per lotnya, dan di akhir tahun uang Anda menjadi Rp 738.100 atau 142% !
Sedang flu ? Sering belanja obat-obatan ke Kimia Farma? Coba beli sahamnya juga (KAEF). Saham KAEF / Kimia Farma dari awal tahun 2012 harganya Rp 330 per lembar saham, kemudian ditutup di level harga Rp 740 per lembar saham pada 28 Desember 2012. 

  • Jika Anda berinvestasi saham KAEF pada awal tahun 2012 hanya butuh uang Rp 165.000 untuk membeli 1 lot saham, dan pada akhir tahun 2012 uang Anda menjadi Rp 370.000 alias bertumbuh 124%.

Nah, apa pembelajaran dari contoh-contoh saham di atas? Coba baca ulang lagi dan silakan ambil kesimpulan. 

  • Kesimpulan yang pertama, membeli saham yang berkinerja bagus tidak harus melulu butuh uang besar. Bahkan hanya dengan beberapa ratus ribu rupiah saja, Anda bisa memperoleh saham yang memberi imbal hasil puluhan sampai dengan ratusan persen. 

Masih beralasan tidak punya Uang untuk berinvestasi ? Ayo mulai sisihkan uang saku / gaji untuk investasi. Investasi saham bisa dimulai dari modal kecil dari Rp 1 juta bahkan beberapa Ratus ribu rupiah saja.

  • Kesimpulan kedua yang saya ambil adalah, tidak perlu njelimet dalam memilih saham. Bagaimana caranya? Jika Anda ingin berinvestasi saham, contek tips Buffet yang satu ini: cari saham yang bisnisnya sederhana! Apa sih bisnis yang sederhana itu ? Bisnis yang sederhana adalah bisnis yang Anda ketahui sistemnya dengan baik. 
  • Bisnis ritel seperti penjualan perkakas, pakaian, minuman, konstruksi/bangunan, jalan tol, adalah contoh bisnis yang simpel. Warren Buffet memilih Coca Cola karena bisnisnya sangat sederhana dan mudah dipahami sistemnya. 
Selain memilih bisnis yang simple/sederhana, carilah sektor yang dibutuhkan oleh orang banyak. Misalnya : 

  • Sektor farmasi
  • Consumer goods (bahan pangan, kebutuhan sehari-hari)
  • Dan juga sektor infrastruktur, Pembangunan terus berlanjut, sektor infrastruktur semakin dibutuhkan, antara lain jalan tol dan juga menyangkut produk bangunan. 

Industri bahan bangunan (semen) sangat terkait dengan sektor infrastruktur dan properti. Beberapa contoh perusahaan semen adalah Indocement/INTP, SMGR/Semen Indonesia, dan SMCB/Holcim. Beberapa contoh perusahaan konstruksi adalah WIKA/Wijaya Karya, ADHI/Adhi Karya, dan PTPP.

  • Contoh Perusahaan infrastruktur/jalan tol adalah JSMR (Jasa Marga).

Tidak perlu ribet dalam memilih saham untuk investasi. Lihat sekeliling Anda, produk apa yang sangat dibutuhkan masyarakat? Investasi saham tidak hanya untuk kalangan atas,

  • Mahasiswa dan Karyawan juga bisa menikmati manisnya.
  • Anda bisa Belajar sekaligus berinvestasi saham dengan modal kecil.
  • Banyak saham bagus yang per lotnya ( 500 Lembar ) hanya seharga Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta.
Saham-saham yang saya sebut dalam artikel ini bukanlah sebuah Rekomendasi beli atau jual, melainkan rangkuman/review dari pertumbuhan harga saham yang bersangkutan pada sepanjang tahun 2012. 

Nah demikian sharing saya tentang Mudah dan Murahnya berinvestasi saham. Semoga bermanfaat dan Salam Hangat sobat line manufacturing.

Sumber By : Ellen May. Trader, investor saham, pendiri Ellen May Institute, penulis Smart Traders Not Gamblers, @pakarsaham.

Investasi Terbaik & Menguntungkan Sepanjang Masa - Abad & zaman DI JAMIN 1000 %




Apa yang terlintas di dalam pikiran sobat saat mendengar istilah investasi ? saya yakin sebagian dari kita akan membayangkan tentang apa yang bisa kita tanam saat ini, terus hasilnya bisa dinikmati di masa yang akan datang. 

Supaya lebih jelas tentang Definisi investasi, berikut ada sebuah penyataan dari ahli.

Menurut Warrent Buffet : “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktivas yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.”

Kesimpulannya, investasi itu menanamkan modal guna mendapatkan masa depan yang lebih baik 



Mungkin yang ada di benak agan adalah Saham, Uang, Bisnis atau tanah? Ya, hal2 tersebut memang sangat sering dijumpai di kalangan menengah atas. Tapi, bagaimana dengan orang2 yang maaf, mungkin hidupnya serba pas-pas an dan seadanya? pasti sangatlah sulit untuk menginvestasikan itu.


  • Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta.
  • Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, 
  • Walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi pribadi-pribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.”
Nah ! Orang yang kaya tanpa ilmu maka kekayaannya tidak akan bermanfaat apa-apa. Seorang pejabat yang tidak punya ilmu, akan menggunakan jabatannya untuk memperkaya diri pribadi. Dan kita yang sebagai orang biasa, kalau tidak punya ilmu maka kita tidak akan pernah mencapai level yang lebih tinggi di masa depan.

Harta dan kekayaan bisa habis, tapi ilmu tidak akan pernah habis. Coba kita lihat beberapa karya besar yang ada di dunia ini, semua di buat oleh orang-orang yang berilmu. Yang karya-karya itu tetap bermanfaat bagi manusia sampai sekarang. Bahkan tidak jarang yang di jadikan Rujukan dalam pengembangan di berbagi bidang kehidupan. 

Dalam hal apapun ilmu selalu di butuhkan, baik itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara. Maka Ilmu adalah INVESTASI TERBAIK SEPANJANG MASA. []

Jangan pelit2 untuk membagi ilmu ke sesama, Berbagi dengan sesama adalah indah, Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir tanpa henti ( Line manufacturing )

Produk Investasi 2013, Investasi Mana yang Anda Pilih ?

Produk Investasi 2013, Investasi Mana yang Anda Pilih ? - Dinamika ekonomi Indonesia memasuki tahun 2013 diwarnai dengan sikap optimis, banyak pihak memprediksi secara makro ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh diatas 6% atau bergerak kurang lebih sama dibanding tahun sebelumnya. Meski tidak bisa dipungkiri banyak tantangan yang akan dihadapai seperti memanasnya kondisi politik Indonesia dipicu oleh semakin mendekati pemilihan Presiden 2014, bahkan ada yang menyebut bahwa tahun 2013 adalah tahun politik. Faktor lainnya yang juga akan mempengaruhi adalah isu hambatan investasi asing, isu-isu sosial, isu lingkungan hidup juga timbulnya bencana alam.

Di tengah keterbatasan sesungguhnya selalu ada kesempatan. Bagi kalangan individu menyikapi kondisi perkembangan ekonomi perlu untuk memperhatikan produk investasi mana yang sesuai dengan harapan nya untuk mengembangkan kekayaan dan tetap memperhatikan faktor resiko.

 

Tulisan ini mencoba untuk memberikan rekomendasi investasi, dengan terebih dahulu mengetengahkan berbagai produk investasi yang selama ini telah ada dimana masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Berbicara mengenai investasi, sebagian masyarakat tidaklah terlalu mengerti benar apa itu investasi sehingga cenderung “ikut-ikutan” atau mengikuti arus tanpa mengetahui investasi seperti apa yang mereka lakukan.

Investasi adalah sebuah konsep yang biasa dilakukan di dunia keuangan dalam rangka mengembangkan nilai uang yang dimiliki saat ini. Kata kuncinya adalah mengembangkan. Pengembangan ini dalam bentuk pengembalian atau bunga.

  • Yang perlu dipahami benar adalah pengembangan yang dilakukan selalu ada resikonya.

Penting sekali untuk memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masing-masing pribadi. Tidak semua produk investasi sesuai dan diperlukan sekaligus. Yang paling penting disini adalah bagaimana produk tersebut memberikan manfaat maksimal dengan mencocokan tingkat resiko yang paling nyaman bagi investor.


 

Ditinjau dalam arti yang luas, investasi mencakup investasi pasar uang, pasar modal dan investasi real sector. Investasi pasar uang meliputi kegiatan perbankan dan non bank financial instrument, baik spot market sampai ke derivatives market, sedang di pasar modal meliputi stock, bonds dan berbagai instrument securities lainnya. Untuk kegiatan real sector mulai perdagangan komoditi, property, tambang, pertanian, transportasi, wisata, dll.


Berikut ini Produk Investasi baik Finansial & Real Asset :


A. Instrument Perbankan.

Pada masa sekarang ini dimana seluruh dunia sedang berlomba untuk memberi stimulus ekonomi dengan bunga rendah, maka instrument perbankan termasuk di dalamnya adalah deposito dan produk simpanan perbankan lainnya bukanlah menjadi pilihan investasi untuk mendapatkan yield dari interest rate atau capital gain. Pada masa low interest rate ini, dimana BI rate 5.75% pa, maka instrument perbankan hanyalah dijadikan instrument likuiditas saja.


Kalaupun mau mendapatkan benefit dari kondisi perbankan saat ini, maka instrument lending, untuk kredit korporasi perbankan di Indonesia berkisar 9%-12% pa yang bisa dimanfaatkan untuk mendanai investasi ataupun modal kerja untuk kegiatan usaha. Sehingga kalaupun memiliki deposito akan sangat berguna kalau dijadikan agunan bagi back to back loan untuk mendukung modal kerja bagi kegiatan usaha yang menghasilkan yield lebih menarik.


B. Saham

IHSG atau indeks harga saham suatu negara seringkali dijadikan leading indicator siklus ekonomi negara yang bersangkutan. Akan tetapi, apabila diteliti ke level yang lebih mikro, pergerakan IHSG secara gabungan juga digerakkan oleh kumpulan-kumpulan sektor industri yang berbeda-beda yang juga membentuk siklus-siklus industrinya masing-masing. Setiap jenis pergerakan siklus industri tiap sektor yang terkandung dalam IHSG dapat bervariasi setiap tahunnya. Oleh karena itu, seperti yang umum digunakan dalam analisis Top-Down Analysis, maka tahapan memilih saham terbaik dimulai dengan mencari sektor-sektor dengan kinerja terbaik atau yang masih dalam siklus industri bertumbuh.

 

Sebagai contohnya, pada awal tahun 2013 ini dapat dilihat bahwa pergerakan IHSG yang cenderung menguat terbatas di atas 4450, hingga saat ini terbentuk dari pergerakan beberapa sektor di dalamnya yang bergerak dalam tren yang bervariasi, dimana ada yang berkontraksi namun ada yang masih berekspansi. Untuk awal tahun 2013 ini masih belum banyak berubah dari tahun 2012, salah satu contoh sektor industri yang sedang berada pada siklus kontraksi adalah sektor industri pertambangan dan agri industri, sedangkan beberapa sektor lainnya yang masih berada pada siklus ekspansi adalah sektor properti, infrastruktur, beserta sektor industri dasar (basic industry). Adapun sektor-sektor lainnya cenderung bergerak seirama dengan pergerakan IHSG.


C. Reksa Dana

Investasi reksadana adalah bentuk produk portofolio efek. Artinya, reksadana mengandung beberapa jenis investasi, yang dikelola oleh manajer investasi (MI). Mereka akan mengumpulkan dana dari masyarakat untuk kemudian dikelola dalam mengejar keuntungan.

Ada empat Produk Reksa dana konvensional yaitu : 

  • Reksadana pasar uang
  • Reksadana pendapatan tetap
  • Reksadana campuran
  • Dan reksa dana saham.
  1. Reksadana pasar uang berisi koleksi surat utang kurang dari satu tahun, seperti deposito, SBI, atau obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. ( Resiko Kecil )
  2. Reksadana pendapatan tetap menempatkan sebagian besar dana mereka, setidaknya 80%, untuk koleksi surat utang. ( Resiko kecil )
  3. Reksa dana jenis campuran menempatkan dananya di saham, instrumen pasar uang dan efek hutang. ( Resiko Sedang )
  4. Reksadana saham menempatkan sebagian besar dana mereka di saham, dengan kata lain Manajer Investasi menempatkan Dana Kolektif Masyarakat Full di kelola di Saham ( High Risk ) 
Yang perlu diperhatikan adalah kesesuaian jenis reksa dana dengan profil risiko dan tujuan perencanaan keuangan Anda. Reksa Dana Terstruktur adalah reksa dana yang hanya dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor pada saat tertentu saja yang ditentukan oleh Manajer Investasi.


 

Bila IHSG cenderung meningkat, maka memiliki portfolio reksadana saham akan diuntungkan dibandingkan dengan reksadana berpendapatan tetap. Untuk kondisi dimana IHSG sering mencapai record tertinggi, maka reksadana saham atau campuran dengan komposisi saham lebih besar akan cukup memberikan yield yang lebih bagus.


D. Emas

Sifat produk ini selain investasi juga sebagai perhiasan yang digunakan orang-orang tertentu untuk menunjukkan tingkat ekonomi seseorang. Namun secara umum memiliki perhiasan emas adalah juga sebagai investasi karena pada saat dijual pada tingkat harga yang lebih tinggi dibandingkan saat membeli tentu bermanfaat sebagai investasi. Saat ini emas batangan merupakan investasi yang semakin populer. Perbedaannya adalah, ketika membeli perhiasan emas, Anda membeli satu gram emas plus kesulitan pembuatannya. Ketika menjual kembali di toko emas, nilai penciptaan perhiasan emas tidak dihitung. Jadi, untuk investasi, emas bersertifikat lebih baik. Melihat data harga historis yang terus meningkat, tak ada salahnya untuk memiliki emas sebagai investasi dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

 

Investasi emas secara dunia lebih diarahkan sebagai instrumen safe heaven, bila kondisi investasi di pasar uang, pasar modal dan real sector mengalami prospek yang kurang bagus, maka harga emas cenderung meningkat sebagai investasi yang dipersiapkan untuk keadaan terburuk, oleh sebab itu secara umum bila 

  • US Dollar jatuh, maka harga emas cenderung menguat, 
hal ini juga berlaku bila pertumbuhan ekonomi China meningkat maka harga emas cenderung melemah. Tentunya ini adalah rule of tumb semata, namun untuk lebih cermat harus diperhatikan gerakan harga emas dan faktor-faktor penyebabnya.

Ber investasi Emas yang Paling aman adalah, anda membeli langsung Emas secara fisik lalu anda simpan atau di titipkan pada Bank, Ber cermin pada Kasus investasi Emas Bodong adalah Mereka membeli Emas, tapi hanya mendapatkan Surat & tidak menerima Emas sec. Fisik.


E. Properti

Investasi properti juga telah lama diakui efektifitasnya. Sederhananya, membeli tanah di berbagai lokasi, kemudian dijual lagi setelah harga tinggi. Saat ini, wujud properti bukan hanya tanah, tetapi juga rumah, townhouse, apartemen, Condotel, ruko, rukan, SOHO, perkantoran, serta lahan industry. Permintaan akan hunian dan lokasi bisnis terus meningkat sepanjang tahun. Hal yang paling diutamakan ketika berinvestasi di bidang properti adalah lokasi. Umumnya kenaikan tersebut dipengaruhi oleh infrastruktur yang berkembang di sekitar lokasi.

Investasi di bidang properti cenderung membutuhkan modal yang besar. Harus diperhatikan juga daya beli dari nilai penjualan masa depan. Jangan sampai properti Anda dijual dengan harga murah, karena tidak ada yang mampu membelinya.

 

Pertumbuhan property seiring dengan pertumbuhan ekonomi, sehubungan pertumbuhan ekonomi Indonesia beberapa tahun ini di atas 6%, maka property masih potensial, sekalipun perlu diperhatikan bahwa pembangunan property pada tahun 2012-2013 akan selesai pada tahun 2014-15, sebagai contoh kapasitas kamar di Bali pada tahun 2014 akan mengalami pertambahan lebih dari 10.000 kamar dari 60 proyek, sehingga perlu diperhatikan supaya investasi di property jangan sampai over capacity.


F. Instrumen Derivative

Komoditi berjangka adalah suatu bentuk komoditi dimana suatu komoditas yang telah diperhitungkan harga jualnya maka barang atau komoditi tersebut akan diberikan atau diserahkan pada waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Dengan komoditi berjangka maka menambah instrumen investasi yang diperdagangkan dalam bursa investasi atau bursa berjangka. Transaksi derivative bukan hanya komoditi berjangka, tetapi juga derivative keuangan seperti indeks harga saham gabungan, single stock, bonds futures dan juga option. Selain derivative pasar modal, juga derivative pasar uang seperti halnya interest rate futures.

Instrument derivatives ini digunakan sebagai instrument hedging (lindung nilai), namun juga dipakai sebagai transaksi spekulatif karena sifatnya yang high leverage. Selain itu transaksi high leverage yang cukup dikenal secara global adalah cross currency atau forex.

 

Dalam transaksi derivative maka para investor bisa melakukan entry dan exit dengan posisi long (beli) atau short (jual) kapanpun, selama terjadi fluktuasi harga maka akan tercipta peluang setiap saat untuk mendapatkan keuntungan dan bersamaan dengan resiko kerugian yang menyertainya.



Outlook Investasi Indonesia 2013

Pada tahun 2013 banyak analis berpendapat pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melanjutkan tren positif. Seperti diketahui bahwa pada tahun 2012, telah diakui secara global bahwa ekonomi Indonesia termasuk yang tahan terhadap krisis. Sementara arus penanaman modal asing juga terus meningkat signifikan, kepercayaan cukup tinggi untuk penanaman modal asing terus diraih Indonesia. Pada tahun 2013 prediksi kenaikan penanaman modal asing diperkirakan sebesar 23%.


 

Jika ditelisik lebih jauh sektor maupun sub sektor yang diminati penanaman modal khususnya asing dari yang beberapa di antaranya, pertambangan, transportasi, telekomunikasi, barang kimia, farmasi, logam mulia dan lain-lain. Selain itu, sektor property diperkirakan juga akan meningkat cukup signifikan. Dengan market yang semakin kuat khususnya untuk kelas menengah atas yang tumbuh signifikan, sehingga akan sangat menarik pasar ini bagi investor.

 

Pertumbuhan investasi asing di Indonesia dipengaruhi oleh perekonomian Indonesia yang stabil, kenaikan GDP dalam jangka menengah, kuantitas tenaga kerja dan upah buruh yang dinilai masih masuk akal, rating bisnis yang baik dari lembagai pemeringkatan international dan tingginya tingkat konsumsi atau market yang sangat besar. Meski secara internal masalah pengupahan sedikit menjadi ganjalan, namun secara umum perekonomian Indonesia dinilai bisa melewatinya.

 

Kombinasi kondisi sinyalemen positif dan faktor ketahanan ekonomi dalam negeri akan tarik menarik yang diprediksi akan tetap memberikan peluang bagi kelanjutan ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh positif. Bagi para investor perorangan maka peluang untuk menikmati keuntungan dari produk-produk seperti Saham dan Reksadana dapat tetap diraih paling tidak dalam jangka pendek dan menengah. Seperti hal nya juga tipikal dari investor dalam negeri cenderung akan mengambil jalan tengah untuk tetap memilih kombinasi produk, agar mendapatkan keyakinan yang lebih atas keamanan investasinya. Sementara untuk yang memiliki keberanian lebih, porsi investasi untuk saham maupun reksadana akan diambil untuk tetap meraih keuntungan yang maksimal.



Rekomendasi Portfolio Jangka Pendek 2013

Berdasarkan kondisi tarik-menarik antara peluang dan tantangan maka secara garis besar berikut ini beberapa rekomendasi yang dapat menjadi acuan di luar produk tradisional:

1. Saham; masih ada optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia yang positif yang terus berlanjut. Dalam bulan pertama tahun 2013, terlihat IHSG yang bergerak dinamis naik, bahkan mencetak kembali record tertingginya.

2. Reksadana pendapatan saham, maupun campuran diperkirakan masih memiliki prospek yield yang relatif baik hingga akhir tahun 2013 Namun perlu diingat bahwa investor tetap punya tugas penting untuk melakukan pemilihan jenis dan juga produk reksadana yang tepat dan juga sesuai dengan profil risiko dari investor sendiri. Jangan lupa juga untuk terus melakukan pemantauan terhadap investasi reksadana yang dimiliki untuk mengoptimalkan pertumbuhan dana.

3. Emas, pada jangka jangka menengah ini diperkirakan cenderung akan bergerak sideways atau trend mendatar. Pengaruh pergerakan harga emas terkait dengan sentiment terhadap kurs mata uang internasional seperti EUR dan USD. Namun untuk jangka panjang, emas diyakini masih terus dalam tren naiknya.

4. Properti, seiring dengan masih tetap banyaknya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dan terbatasnya stock property, serta meningkatnya permintaan untuk property komersial, maka investasi bidang ini masih tetap menjanjikan baik secara jangka menengah maupun panjang.

5. Forex, untuk kurs EUR cenderung menguat, demikian juga USD diprediksi menguat, namun EUR/USD masih menunjukan trend naik/bullish dengan target 1.5, sedang JPY akan cenderung melemah karena intervensi BOJ. Rupiah juga diprediksi akan menguat seiring dengan pertumbuhan ekonominya.


Rekomendasi di atas dapat dilihat sebagai acuan untuk menentukan kombinasi produk investasi sesuai dengan appetite masing-masing investor berkaitan dengan tahanan terhadap risiko yang dinilai masih aman.

Dari waktu ke waktu, seorang investor disarankan untuk terus mengevaluasi portofolio investasinya agar berada dalam risiko yang Relatif aman dan tingkat return yang tetap menarik.

Demikian sobat line manufacturing, Semoga bermanfaat - Selamat ber investasi & sukses selalu